Lewat penemuan teknologi ini, Habibie menjadi orang pertama di dunia yang menunjukkan cara bagaimana menghitung keretakan pesawat hingga ke tingkat atom-atomnya.
Teknologi pada bidang konstruksi ini pertama kali diciptakan oleh Prof. Dr. Ir. Sedijatmo di tahun 1961. Berkat pondasi ini bangunan memungkinkan dibangun di atas struktur tanah yang sangat lunak seperti rawa. Teknologi ini sudah dipatenkan di lebih dari 40 negara. Cukup fantastis, dan layak bangga pada karya orang Indonesia ini.
Itulah daftar karya anak bangsa yang telah diakui dunia. Di masa mendatang, bukan tidak mungkin akan muncul karya baru yang tidak kalah fenomenal.
Pada tahun 1980an, Ir Tjokorda R. Sukawati menerima tantangan dari pemerintah pusat untuk membangun jembatan layang di atas padatnya lalu lintas Ibukota, Jakarta. Jembatan ini rencananya membentang diantara Cawang hingga Tanjung Priok. Insinyur asal Bali tersebut akhirnya mengajukan sebuah gagasan untuk membangun tiang yang sejajar dengan jalur di bawahnya.
Setelah tiang didirikan, struktur lengan dari rancang bangun tersebut yang berbentuk huruf T diputar 90 derajat hingga melintang dan siap digunakan untuk jalan beton di atasnya. Ia juga menggunakan sistem hidrolik sehingga lengan beton seberat 180 ton dapat diputar dengan mudah. Proyek inipun dapat diselesaikan dengan sangat baik dan menuai berbagai pujian dari seluruh kalangan pada waktu itu.