Meski memiliki kedekatan personal, Yuran memastikan profesionalisme tetap nomor satu. Dia memahami karakter dan pendekatan taktik Tavares, begitu pula sebaliknya.
"Kita memiliki hubungan yang baik, saya menganggapnya sebagai teman. Namun untuk pertandingan besok (malam nanti), kita akan menjadi lawan selama 90 menit, bukan rival. Dia tahu bagaimana saya sebagai pemain, dan saya sedikit tahu bagaimana dia memasang ide ke permainan," tambah bek berusia 31 tahun tersebut.
Laga melawan Persebaya Surabaya akan menjadi ujian penting bagi lini belakang PSM. Yuran diproyeksikan menjadi pilar utama untuk meredam pola serangan racikan Tavares.
Tekanan suporter tuan rumah dipastikan tinggi. Namun Yuran menegaskan fokusnya hanya pada kepentingan tim dan target membawa pulang poin dari Surabaya.
Pertemuan ini menjadi momen spesial sekaligus tantangan. Hubungan baik di luar lapangan tidak akan mengurangi determinasi selama 90 menit pertandingan berjalan.
Bagi Yuran, bentuk penghormatan terbaik kepada mantan pelatih adalah tampil maksimal. Saat peluit awal dibunyikan di Stadion Gelora Bung Tomo, pertemanan berubah menjadi pertarungan taktik demi kemenangan.