Alonso tidak menunggu lama untuk mengidentifikasi permasalahan timnya. Bersama staf pelatihnya, ia menyadari kecepatan permainan Madrid belum berada di level yang diinginkannya.
Gaya main lambat dan terlalu berhati-hati bukanlah ciri khas pelatih yang sukses membawa Bayer Leverkusen meraih kejayaan di Bundesliga. Oleh karena itu, Alonso segera menerapkan sesi latihan intensif yang menekankan pressing tinggi dan transisi cepat.
Menurut jurnalis kenamaan Spanyol, Jorge Picon, pelatih berusia 43 tahun ini ingin mengubah wajah Madrid menjadi lebih agresif dalam menekan lawan dan lebih cepat dalam menyerang balik. Ini adalah filosofi yang mengakar dalam strategi Alonso: menguasai permainan melalui dominasi fisik dan teknik, sambil menjaga keseimbangan pertahanan. Tidak heran jika ia langsung membuat perubahan besar hanya dalam hitungan sesi.
Pemain baru Trent Alexander-Arnold langsung mencuri perhatian sejak hari pertama. Dengan postur atletis dan kemampuan teknis yang mengesankan, bek kanan asal Inggris itu disebut sebagai "binatang buas" oleh rekan setimnya.
Namun, Alonso tetap menuntut lebih darinya. Fokus utamanya adalah meningkatkan kemampuan bertahan sang pemain dalam situasi satu lawan satu—sesuatu yang krusial di level kompetitif tertinggi seperti ini.