Wali Kota Milan Dukung Nama Tradisional San Siro untuk Stadion Baru Inter dan AC Milan

Abdul Haris
Stadion legendaris San Siro di Milan, markas bersama Inter dan AC Milan, akan segera digantikan dengan arena baru bernilai Rp3,8 triliun di area yang sama. (Foto: Football Italia)

Namun, dia menambahkan pandangannya sebagai penggemar sepak bola yang tumbuh dengan sejarah stadion legendaris tersebut. 

“Saya hanya menyampaikan pendapat pribadi, bukan sebagai Wali Kota, melainkan sebagai seorang fan. Saya tidak pernah menyebut stadion itu Meazza, dengan segala hormat kepada Giuseppe Meazza, saya selalu memanggilnya San Siro. Itu pengalaman pribadi saya, dan saya sangat menyukai nama San Siro,” ucapnya lagi.

Kata “San Siro” sendiri memang punya nilai historis tersendiri bagi masyarakat Milan. Nama itu berasal dari kawasan tempat stadion berdiri, dan digunakan secara luas sejak pertama kali stadion dibuka pada tahun 1926. Nama resminya baru berubah pada 1979 untuk menghormati Giuseppe Meazza, legenda Italia yang pernah bermain bagi dua klub rival sekota tersebut.

Giuseppe Meazza dikenal sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola Italia. Dia menjadi bagian penting dari skuad Italia yang menjuarai Piala Dunia 1934 dan 1938, serta menjadi sosok langka yang pernah membela dua klub besar Milan — AC Milan dan Inter.

Awalnya, stadion ini merupakan milik pribadi AC Milan ketika dibangun pada 1926. Namun, sembilan tahun kemudian atau pada 1935, stadion tersebut dibeli oleh pemerintah kota Milan dan baru mulai digunakan bersama Inter Milan pada 1947. Sejak saat itu, San Siro menjadi rumah bagi dua tim raksasa Italia tersebut hingga hari ini.

Meski wacana hak penamaan dengan sponsor besar kerap muncul, banyak penggemar berharap identitas “San Siro” tidak hilang dari ingatan publik. Bagi fans, San Siro bukan sekadar stadion, tetapi simbol sejarah dan rivalitas dua klub yang membentuk identitas sepak bola Milan.

Dengan proyek stadion baru yang bernilai triliunan rupiah ini, tantangan bagi manajemen Inter dan AC Milan adalah menyeimbangkan antara kebutuhan komersial dan nilai tradisi. Dan sebagaimana disampaikan Beppe Sala, nama “San Siro” akan selalu memiliki tempat istimewa di hati para pecinta sepak bola Italia.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Piala Dunia 2026 Jadi Penentu Nasib Brahim Diaz, Juventus dan Inter Milan Siaga Menunggu

57 tahun lalu

AC Milan Lirik Ruben Amorim meski Sudah Sepakat dengan Oliver Glasner

57 tahun lalu

Donyell Malen Dihujat jelang Piala Dunia 2026, Ronald Koeman Sampai Turun Tangan Membela

57 tahun lalu

AC Milan Pantau Bek Gratisan Barcelona, Gaji Rp95 Miliar Jadi Hambatan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal