Menurut Souza, pemain di level U-20 sudah memahami konsekuensi dari tindakan mereka. Dia menilai tidak ada alasan untuk melakukan kekerasan di lapangan, apalagi hingga membahayakan lawan.
"Saya pikir tidak ada alasan pemain U-20 itu tidak ada yang namanya anak kecil. Mereka sudah tahu apa yang mereka lakukan. Dan sebenarnya sangat tidak baik kalau ada perkelahian seperti itu, bisa saja ada yang terluka dengan serius," ujarnya.
Souza menekankan protes kepada wasit masih dalam batas wajar sebagai bagian dari dinamika pertandingan. Namun, tindakan agresif secara fisik dinilai sudah melewati batas.
"Ini adalah masalah serius. Komplain itu bagian dari pertandingan, tapi kalau kita agresif dan kita pukul teman sendiri, tidak boleh. Dan harus dipikir itu dan tidak boleh terjadi itu dalam sepak bola lagi," ucap dia.
Souza juga menyinggung kondisi internal timnya. Dia mengakui pemain Persija kerap kesulitan mengendalikan emosi selama pertandingan berlangsung.