“Itu kan sudah dilihat bagaimana ketika teman-teman Solo, teman-teman Malang, teman-teman Jepara, teman-teman Jogja, bahkan teman-teman Surabaya pun datang ke Jakarta, mereka pulang dengan aman dan nyaman,” tuturnya.
Dia menambahkan, komitmen menjaga ketertiban selalu menjadi prioritas utama bagi The Jakmania, terutama saat Persija bermain di kandang sendiri.
“Dari situ kita bisa terlihat bagaimana Jakmania memang konsen sekali untuk menjaga keamanan dan ketertiban apalagi di kotanya, apalagi di Jakarta gitu loh,” imbuhnya.
Meski kecewa, Diky menyebut pihaknya tetap menghormati keputusan operator kompetisi. Dia mengakui kondisi ini bukan hal baru dan sudah sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
“Nah, yang kedua memang pada akhirnya kan kami harus menghormati keputusan ini. Keputusan yang memang tidak mudah bagi Jakmania, cuma ya memang ini memang sudah berlangsung hampir setiap tahun apalagi setelah era 2020,” ujarnya.