“Dalam pertandingan melawan Filipina dan Malaysia, mereka juga punya pemain-pemain cepat dan bagus di lini depan dan tengah. Jadi, kami harus mempersiapkan diri,” jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa Timnas U-23 sudah terbiasa menghadapi permainan cepat dan agresif dari lawan-lawannya.
Vanenburg menambahkan, strategi yang matang untuk bertahan dan menyerang akan menjadi kunci utama. Kombinasi antara disiplin dalam bertahan dan ketepatan dalam menyerang harus dijalankan dengan baik agar tim bisa mengendalikan pertandingan.
“Kami harus bertahan dan menyerang dengan strategi yang bagus, dan saya pikir itu yang terpenting,” kata dia. Pernyataan ini menegaskan bahwa persiapan mental dan taktik jadi fokus utama demi menghadapi semifinal yang menegangkan.
Sebagai tambahan informasi, Timnas Indonesia U-23 memasang target tinggi untuk menjuarai Piala AFF U-23 tahun ini. Terakhir kali mereka meraih gelar juara adalah pada edisi 2019, sehingga semangat untuk mengulang kejayaan itu sangat besar di dalam skuad.