Di lini tengah, Van der Sar menempatkan Zinedine Zidane, Frank Rijkaard, dan Paul Scholes. Tentang Zidane, dia menjelaskan:
"Jika diberi bola, kontrol dan kecepatannya luar biasa. Sikapnya tenang, tidak berlebihan, orang yang menyenangkan," kata dia.
Rijkaard dipilih meski hanya menjadi rekan di Ajax pada tahun-tahun akhir karier Van der Sar. Scholes tidak perlu dipertanyakan lagi berkat kemampuan passingnya yang legendaris.
Untuk lini depan, Van der Sar memilih Cristiano Ronaldo, Ryan Giggs, dan Dennis Bergkamp. Ronaldo tengah membangun reputasi saat Van der Sar tiba di Manchester, kemudian meraih Ballon d'Or dan Liga Champions sebelum pindah ke Real Madrid.
Giggs, meski berusia 31 saat Van der Sar tiba, bermain hingga 40 tahun, memecahkan rekor assist Premier League. Bergkamp dipilih sebagai striker tengah berkat kemampuan finishing dan kelasnya, "Saya rasa semua golnya indah, luar biasa."
Van der Sar berhasil merangkai tim impian yang mencakup pemain dari berbagai klub dan era. Pilihan ini bukan hanya soal prestasi, tetapi chemistry dan pengalaman bermain bersama yang membuat setiap pemain layak masuk XI kiper legendaris ini.