"Akan menjadi kehormatan besar baginya untuk bermain dengan Rossoneri. Ketika saya menyampaikan informasi ini, para eksekutif mengatakan kepada saya mereka bertanya, tetapi gaji yang dia minta sangat tinggi. Oleh karena itu saya yakin dia bakal bergabung ke PSG atau klub Liga Inggris,” ujarnya.
Ramos sebelumnya mengaku mengagumi Milan. Dia menyebut I Rossoneri sebagai klub terbesar kedua di dunia setelah Real Madrid dalam hal sejarah.
Hingga saat ini negosiasi Ramos dengan Madrid dalam hal perpanjangan kontrak masih buntu. Marca mengungkapkan, kebuntuan negosiasi antara Los Blancos dan Ramos bukan karena tuntutan gajinya, karena sang pemain terbuka untuk menerima pemotongan gaji.
Madrid hanya siap menawarkan perpanjangan satu tahun saja untuk pemain-pemain yang berusia di atas 30 tahun. Sementara sang pemain ngotot ingin mendapat kontrak lebih lama.
Kondisi ini membuat Madrid dilema. Sebab, Ramos menjadi aktor penting di klub itu sejak hadir pada 2007 dari Sevilla. Dia juga telah berhasil membantu klub Ibu Kota Spanyol itu menghadirkan 22 trofi, termasuk lima gelar Liga Spanyol dan empat gelar Liga Champions. Ramos juga menjadi bek dengan pencetak gol terbanyak La Liga.