"Saya memohon maaf atas tindakan saya waktu pertandingan. Mungkin karena murni emosi saya yang enggak bisa saya kontrol dan saya melakukan tindakan yang tidak sportif," tuturnya.
Dia juga menyadari dampak dari aksinya terhadap citra sepak bola Indonesia. Fadly menilai tindakannya sebagai kesalahan besar.
"Saya meminta maaf sebesar-besarnya karena ini tindakan yang mungkin paling bodohlah di sepak bola yang tentunya masyarakat Indonesia tidak suka," katanya.
Permohonan maaf tersebut tidak hanya ditujukan kepada Raka, tetapi juga kepada seluruh tim dan masyarakat sepak bola Indonesia. Dia menegaskan penyesalan datang dari dirinya bersama tim dan staf Bhayangkara FC U-20.
Raka Nurholis menerima permintaan maaf tersebut dengan sikap terbuka. Dia memilih memaafkan meski mengalami cedera akibat insiden tersebut.