“Berkaitan dengan 5 nama ini kenapa memang sampai dengan detik ini kami tidak akan buka dan memang tidak akan kami buka dulu,” kata Sumardji dalam konferensi pers di GBK Arena.
Ia melanjutkan bahwa kerahasiaan ini penting untuk menjaga etika profesional.
“Pertama, kami menghormati karena Masing-masing pelatih kepala itu punya privasi. Ya, punya privasi,” sambungnya.
Menurut Sumardji, sebagian kandidat juga masih memiliki kontrak aktif dengan klub atau tim nasional lain sehingga tidak etis untuk dibuka ke publik sebelum waktunya.
“Yang kedua, juga para pelatih ini masih berada di klub dan masih berada di timnas suatu negara, tidak mungkin kami akan membuka,” jelas Sumardji.
Lebih jauh, Sumardji meminta publik untuk menahan diri sementara PSSI mencari sosok yang benar-benar sesuai dengan karakter permainan Timnas Indonesia.