“Seperti biasa di setiap kompetisi, ada hadiah jika target tercapai. Itu saja. Tidak ada yang meminta apa pun. Hadiah kami adalah lolos ke Piala Dunia, tetapi itu tidak terjadi,” katanya.
Donnarumma mengaku isu tersebut muncul di momen yang sangat sensitif. Tim baru saja mengalami kegagalan besar usai kalah di playoff melawan Bosnia.
“Saya lebih sakit karena komentar dan kata-kata yang muncul dibanding hal lain,” tuturnya.
Situasi semakin berat setelah mundurnya sejumlah tokoh penting seperti Gabriele Gravina, Gennaro Gattuso, dan Gianluigi Buffon.
Dia mengaku memiliki hubungan yang sangat baik dengan ketiganya. Kepergian mereka membuat situasi semakin emosional bagi tim.