TEHERAN, iNews.id – Iran terancam mundur dari Piala Dunia 2026 setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel menewaskan Ayatollah Ali Khamenei. Situasi ini memicu ketidakpastian besar terkait partisipasi timnas mereka di turnamen.
Iran sebelumnya tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Namun, Presiden Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj menyebut kemungkinan timnya “sangat kecil” untuk bertanding akibat serangan tersebut.
Serangan udara ini tidak hanya mengguncang Iran, tapi juga menimbulkan efek domino, termasuk pembatalan banyak penerbangan di wilayah Timur Tengah. Sejumlah atlet dan tokoh olahraga internasional, termasuk Jonny Bairstow dan Graeme Souness, terdampak oleh pembatalan penerbangan ini.
Jika Iran benar-benar mundur, FIFA harus menentukan pengganti di antara 48 tim yang berlaga di Piala Dunia 2026. Nama-nama kandidat mulai muncul, dari wakil Asia hingga tim Eropa peringkat tinggi.
Asisten pelatih Irak, Rene Meulensteen, menyoroti peluang negaranya lolos. Saat ini Irak belum mendapatkan tiket Piala Dunia 2026 karena masih harus bersaing di babak playoff antar konfederasi.
“Melalui AFC, kami tim dengan peringkat tertinggi. Jadi kami akan mengambil tempat Iran. Kemudian UEA mungkin masuk menggantikan kami untuk menghadapi pemenang Suriname dan Bolivia," kata Rene dikutip dari Talk Sport.