Jay Idzes dan kolega masuk ke Grup B bersama Irak dan Arab Saudi. Sementara di Grup A ada Qatar, Uni Emirat Arab dan Oman.
Jika Indonesia berhasil menjadi juara Grup B, tiket langsung ke Piala Dunia 2026 akan didapat. Namun, jika finis sebagai runner-up, Garuda harus menjalani laga putaran kelima Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan runner up Grup A.
Nah pemenang laga tersebut, akan mewakili Asia di playoff antarkonfederasi. Bolivia bisa menjadi salah satu lawan potensial di sana.
Fase playoff antarkonfederasi akan mempertemukan tim-tim dari berbagai zona seperti Asia (AFC), Amerika Selatan (CONMEBOL), Afrika (CAF), dan Oseania (OFC). Masing-masing akan memperebutkan dua tiket tersisa ke Piala Dunia 2026.
Dengan Bolivia sudah mengunci satu tempat di jalur playoff, Indonesia berpeluang menghadapi mereka jika melaju lewat jalur runner-up. Laga ini akan menjadi pertemuan historis, karena belum pernah terjadi di ajang sebesar ini sebelumnya.
Jika duel Indonesia vs Bolivia benar-benar terjadi, maka Timnas Garuda akan menghadapi tantangan besar. Bolivia yang terbiasa bermain di altitude tinggi dan memiliki pengalaman panjang di kualifikasi zona Amerika Selatan, jelas bukan lawan enteng.
Namun, Indonesia memiliki generasi emas. Jika persiapan matang, bukan tidak mungkin Garuda bisa mencetak sejarah dan menembus Piala Dunia untuk pertama kalinya.