Pengalaman bersama Kanada menjadi referensi kuat. Negara tersebut berhasil kembali ke panggung dunia pada 2022 setelah absen sejak 1986. Herdman ingin mengulang capaian serupa bersama Indonesia.
Dia menilai membawa sebuah negara tampil pertama kali atau kembali ke Piala Dunia merupakan pencapaian luar biasa dalam karier pelatih mana pun. Target jangka panjang yang dia bidik adalah Piala Dunia 2030.
“Kenangan seperti itu tak bisa dibeli. Tak ada harga dalam sepak bola yang bisa menandingi itu. Membayangkan melakukannya untuk 280 juta penduduk, itu istimewa. Sebuah anugerah,” pungkas Herdman.
Dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa dan basis suporter besar, Herdman melihat potensi besar yang bisa digerakkan melalui proyek terstruktur. Status underdog justru dia jadikan bahan bakar untuk menantang batas sejarah sepak bola Indonesia.