Raja Sapta Oktohari menilai format sepak bola Asian Games tanpa kualifikasi terasa janggal. Dia menegaskan selama ini Asian Games bersifat terbuka dan diikuti seluruh negara peserta, berbeda dengan kejuaraan berbasis kualifikasi.
Dia juga menyoroti kemungkinan keterbatasan tuan rumah Nagoya sebagai latar perubahan format. Menurut dia, alasan teknis tetap harus disampaikan secara terbuka dan adil kepada seluruh negara peserta.
Okto mengingatkan sepak bola memiliki basis penggemar terbesar di Asian Games. Pembatasan jumlah peserta dinilai merugikan daya tarik ajang dan mengurangi antusiasme publik Asia terhadap pesta olahraga empat tahunan tersebut.
KOI menegaskan komunikasi dengan OCA terus berjalan. Raja Sapta Oktohari berharap dialog langsung, termasuk melalui Presiden OCA, bisa memengaruhi kebijakan akhir terkait format sepak bola Asian Games 2026.
Dia juga menyampaikan dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam upaya tersebut. KOI bersama federasi sepak bola negara Asia lain berkomitmen menyuarakan agar cabang olahraga sepak bola Asian Games dapat diikuti seluruh negara, tanpa kebijakan sepihak dari tuan rumah.