Timnas Indonesia U-23 Terancam Absen di Asian Games 2026, KOI Anggap Format Sepak Bola Tak Lazim

Andika Rachmansyah
Ketua KOI Raja Sapta Oktohari (kiri). (Foto: iNews/Andika Rachmansyah)

Raja Sapta Oktohari menilai format sepak bola Asian Games tanpa kualifikasi terasa janggal. Dia menegaskan selama ini Asian Games bersifat terbuka dan diikuti seluruh negara peserta, berbeda dengan kejuaraan berbasis kualifikasi.

Dia juga menyoroti kemungkinan keterbatasan tuan rumah Nagoya sebagai latar perubahan format. Menurut dia, alasan teknis tetap harus disampaikan secara terbuka dan adil kepada seluruh negara peserta.

Okto mengingatkan sepak bola memiliki basis penggemar terbesar di Asian Games. Pembatasan jumlah peserta dinilai merugikan daya tarik ajang dan mengurangi antusiasme publik Asia terhadap pesta olahraga empat tahunan tersebut.

KOI menegaskan komunikasi dengan OCA terus berjalan. Raja Sapta Oktohari berharap dialog langsung, termasuk melalui Presiden OCA, bisa memengaruhi kebijakan akhir terkait format sepak bola Asian Games 2026.

Dia juga menyampaikan dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam upaya tersebut. KOI bersama federasi sepak bola negara Asia lain berkomitmen menyuarakan agar cabang olahraga sepak bola Asian Games dapat diikuti seluruh negara, tanpa kebijakan sepihak dari tuan rumah.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kontingen Indonesia Dapat Pengawalan Khusus Menuju Asian Games 2026

57 tahun lalu

Indonesia Hanya Turun di 32 Cabor Asian Games 2026, Program Khusus Disiapkan demi 4 Emas

57 tahun lalu

Asian Games 2026 Jepang Makin Dekat, Erick Thohir Sebut Indonesia Tak Bisa Santai

57 tahun lalu

Timnas Indonesia Dipastikan Absen di Asian Games 2026, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal