Usai melakukan rotasi, skuad asuhan STY -panggilan Shin Tae-Yong terus keluar menyerang. Namun, hingga jeda turun minum, upaya tersebut masih gagal membongkar pertahanan Nepal dan memaksa skor kacamata.
Pada awal babak kedua, STY tetap melakukan strategi yang sama. Garuda Muda tetap tampil dan dominan dalam penguasaan bola. Namun, pelatih asal Korea Selatan itu langsung melakukan rotasi guna daya gedor tim Tanah Air tetap perkasa.
Dia memasukkan Hanis Saghara, Ramai Rumakiek, Bagus Kahfi, dan Witan Sulaeman. Ternyata, rotasi tersebut berjalan mulus. Kebuntuan langsung terpecah lewat Sagara pada menit ke-55.
Usai unggul, tim lawan juga kerap kali memberikan perlawanan. Mereka sering memberikan ancaman untuk menyamakan kedudukan. Beruntung, pintu pertahanan yang dikawan Ernando dan kawan-kawan tampil dengan solid.
Memasuki menit krusial, yakni menit ke-80, tempo pertandingan semakin memanas dan berjalan menarik. Kedua kubu tampil dengan terbuka. Namun, skema tersebut membuka celah yang besar.