Meski kerja sama sudah berjalan, Ludovic memastikan pertemuan di level senior tetap menghadapi kendala besar dari sisi jadwal internasional.
Ludovic membuka peluang pertemuan antara Indonesia dan Prancis melalui tim kelompok umur. Menurut dia, kategori usia muda menjadi jalur paling realistis untuk membangun kerja sama kompetitif kedua negara.
"Salah satu sarana yang baik tentunya adalah melalui tim usia muda. Tim usia mudalah yang paling membutuhkan kesempatan untuk bermain dan berkompetisi, dan hal ini sangat penting bagi mereka agar bisa belajar," tuturnya.
Dia menilai pertandingan di level usia muda memiliki peran penting dalam proses pembinaan pemain. Pengalaman bertanding menjadi bagian krusial dalam meningkatkan kualitas individu maupun tim.
Ludovic juga menekankan kompetisi bukan satu-satunya faktor dalam pengembangan pemain. Pembinaan berjenjang tetap menjadi fondasi utama dalam mencetak pemain berkualitas.
"Anda belajar banyak hal di sana. Ada saatnya Anda perlu berkompetisi, dan untuk memiliki tim nasional yang baik di masa depan, baik itu tim wanita maupun pria, Anda harus berkompetisi. Jadi, saya pikir keduanya sangatlah penting," katanya.
Dengan kondisi tersebut, peluang Timnas Indonesia menghadapi Prancis dalam waktu dekat lebih terbuka di level usia muda. Langkah ini dinilai menjadi awal untuk membangun hubungan sepak bola yang lebih kuat antara kedua negara.