Laga persahabatan tersebut berakhir dengan kemenangan legenda Barcelona 8-3 atas legenda Liverpool. Patrick Kluivert turut mencatatkan namanya di papan skor, menambah daya tarik pertandingan yang sarat nostalgia itu.
Shin dan Kluivert memiliki benang merah kuat dalam karier kepelatihan mereka. Keduanya sama-sama pernah menangani Timnas Indonesia, meski pada periode dan situasi berbeda.
Shin memimpin skuad Merah Putih sejak 2019 hingga 2025. Di bawah arahannya, Timnas Indonesia menapaki proses panjang pembangunan tim, termasuk menembus fase-fase awal hingga pertengahan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Setelah kontrak Shin diputus oleh PSSI pada 2025, Patrick Kluivert ditunjuk sebagai penerus. Dia mengambil alih tim untuk menyelesaikan fase ketiga kualifikasi dan melanjutkan perjuangan ke fase keempat.
Perjalanan Timnas Indonesia pada fase keempat berakhir pahit. Tim Garuda harus menelan dua kekalahan dari Arab Saudi dan Irak, hasil yang membuat Indonesia finis sebagai juru kunci grup dan gagal melangkah ke Piala Dunia 2026.
Meski kini tak lagi berada di pinggir lapangan Timnas Indonesia, pertemuan Shin Tae Yong dan Patrick Kluivert di Seoul menegaskan ikatan sejarah yang pernah mereka ukir. Satu momen singkat yang kembali mengingatkan publik pada fase penting sepak bola nasional.