“Jika itu terjadi, saya bisa saja menjadi salah satu kandidat penggantinya (Mattia Perin). Namun pada akhirnya, Perin bertahan, dan kemungkinan itu pun memudar. Pada akhirnya, hanya ada sedikit kepastian,” lanjutnya.
Karena transfer itu urung terjadi, Emil akhirnya bergabung dengan Cremonese dengan status pinjaman dari Como hingga akhir musim. Ini adalah masa pinjaman keduanya, setelah sebelumnya memperkuat Palermo pada musim 2024-2025.
Meski baru mencatatkan lima penampilan, Emil sudah tampil meyakinkan. Ia sukses menorehkan tiga clean sheet dan berperan penting dalam menjaga soliditas pertahanan Cremonese.
Saat ini, Cremonese menempati peringkat delapan klasemen sementara Serie A 2025-2026, dengan koleksi 14 poin dari tiga kemenangan dan lima hasil imbang.
Performa ini membuat publik Italia mulai menaruh perhatian pada Emil, yang kini menjadi salah satu kiper Asia paling menonjol di Serie A.
Duel melawan Juventus akan jadi panggung istimewa bagi Emil untuk membuktikan diri di hadapan mantan klubnya. Kiper berdarah Indonesia-Italia itu ingin menunjukkan bahwa keputusan Juventus melewatkannya bisa jadi penyesalan besar.
Jika kembali mampu menjaga gawangnya tetap steril, Emil Audero berpotensi memperkuat posisinya sebagai kiper utama Cremonese dan meningkatkan kans tampil bersama Timnas Indonesia di ajang internasional berikutnya.