Menurut Jordet, gaya tersebut membuat penendang kehilangan presisi. Teknik serupa juga digunakan Bruno Fernandes dan Jorginho, namun memiliki risiko tinggi.
Jordet mengatakan, “Ini contoh lain kiper yang sudah memahami penendang penalti yang bergantung pada gerakan kiper. Messi dipaksa mengambil keputusan tanpa tahu ke mana kiper bergerak. Karena dia melihat kiper, matanya tidak fokus ke bola, dan dia pasti kehilangan presisi.”
Dia melanjutkan, “Perkiraan saya, ketika Messi di tengah tendangan melihat Schlager bergerak ke arah yang sama dengan arah tembakannya, dan sudah terlambat mengubah arah, dia mencoba menempatkan bola sejauh mungkin ke tiang, lalu bola justru melebar.”
Data juga memperlihatkan Messi tidak memiliki satu teknik penalti baku. Berbeda dengan Cristiano Ronaldo atau Harry Kane yang konsisten, Messi kerap mengubah gaya tendangan sepanjang kariernya.
Pada awal karier, dia cenderung menendang rendah dengan awalan pendek. Dalam beberapa momen, dia juga terlalu cepat mengeksekusi penalti usai peluit wasit, faktor yang menurut riset menurunkan tingkat keberhasilan akibat tekanan mental.