Sejak kickoff di Kudus, MLSC sudah menarik 1.370 peserta dari 92 SD dan MI. Ini membuktikan antusiasme yang luar biasa terhadap turnamen sepak bola putri usia dini.
Menurut Teddy, pemilihan Malang dan Bekasi bukan tanpa alasan. Kedua kota ini memiliki basis penggemar sepak bola yang kuat, serta sejarah panjang dalam dunia persepakbolaan Indonesia.
MLSC 2025-2026 hadir dengan penyesuaian teknis, seperti ukuran lapangan KU 12 yang kini menjadi 26 x 42 meter, titik penalti 10 meter, serta sistem kick-off dua sentuhan. Babak semifinal dan final KU 10 kini akan digelar di lapangan KU 12, mengacu pada regulasi PSSI untuk pengembangan usia dini.
Salah satu anggota Exco PSSI Vivin Cahyani Sungkono menyambut positif MLSC yang secara konsisten hadir sebagai jalur pembinaan pesepakbola putri nasional.
“Saya bersyukur sekali karena tugas PSSI dalam pembinaan mulai dari grassroot sampai profesional terbantu dengan adanya MilkLife Soccer Challenge," tutur Vivin Cahyani Sungkono.
Kisah Sukses: Clea Abelia, Bintang Masa Depan dari MLSC