“Ruang ganti begitu sunyi dan mengecewakan. Tetapi, itu lah sepak bola. Terkadang semua ditentukan oleh satu tendangan saja. Hal itu menjadi pembeda antara menang dan kalah,” kata Solskjaer dikutip BT Sports.
Juru taktik berpaspor Norwegia tersebut mengakui kegagalan ini menjadi bukti timnya tak mengalami perubahan berarti. Tetapi, dia bertekad untuk menjadikannya sebagai motivasi agar tidak lagi kecewa.
“Kami harus belajar dari hal itu, Bukan untuk menikmatinya, tetapi merasakan kegagalan ini dan memastikan kami tak mengalaminya lagi. Sekarang bukan saatnya saling menyalahkan. Tetapi, tanpa trofi berarti kami tidak melakukannya dengan tepat,” ujarnya.
Dengan kekalahan ini, Solskjaer belum bisa mengakhir puasa gelar MU yang sudah bertahan selama 4 tahun. MU terakhir mencium trofi juara tahun 2017.