Mantan gelandang Barcelona dan Arsenal tersebut lalu memperlihatkan video balap sepeda kepada para pemain Como. Video itu menampilkan seorang pembalap yang berada di posisi keenam sebelum akhirnya menyalip semua rival pada sprint terakhir.
“Saya menunjukkan video pembalap sepeda yang berada di posisi keenam, lalu dia mengayuh lebih cepat di sprint terakhir dan memenangkan balapan. Itulah yang kami lakukan musim ini,” tuturnya.
Fabregas juga mengenang masa awal datang ke Como saat klub tersebut masih berada di Serie B. Dia menyebut fasilitas Como saat itu sangat minim hingga tim tidak memiliki pusat latihan sendiri.
“Saat saya datang empat tahun lalu sebagai pemain, kami bahkan tidak punya tempat latihan. Kami melakukan pijat pemain di meja belakang sebuah bar. Sekarang kami berada di Liga Champions,” katanya.
Pelatih berusia 39 tahun tersebut merasa pencapaian Como sangat spesial karena mayoritas pemainnya masih sangat muda. Dia menyebut ada 15 pemain Como yang berusia di bawah 23 tahun.