Insiden itu menjadi bagian dari tantangan dalam upaya menghadirkan dokumenter yang autentik. Tim berupaya menangkap cerita secara utuh tanpa mengurangi realitas di lapangan.
Film ini tidak hanya fokus pada pertandingan. Penonton akan melihat sisi personal para pemain, termasuk kehidupan di luar lapangan dan hubungan dengan keluarga.
Pengambilan gambar bahkan dilakukan hingga ke Eropa. Kru mendatangi lingkungan para pemain untuk memahami latar belakang dan perjalanan hidup mereka.
Executive Producer Beach House Pictures, Donovan Chan, menegaskan proyek ini sejak awal tidak hanya diposisikan sebagai film olahraga.
“Sejak awal kami melihat ini lebih dari sekadar cerita sepak bola. Ini tentang sebuah bangsa yang terus menunggu, berharap, dan tidak pernah melepaskan mimpinya. Film ini memberi kesempatan langka untuk menangkap bukan hanya yang terlihat di lapangan, tetapi juga semua yang terjadi di baliknya,” jelasnya.