"Di semua area permainan, kedua tim memiliki kekuatan masing-masing."
Pelatih berusia 57 tahun itu menilai efektivitas jauh lebih penting dibanding jumlah peluang yang berhasil diciptakan sepanjang pertandingan.
"Kami memang cukup efisien, tetapi kami sebenarnya bisa tampil lebih baik dalam aspek itu. Terkadang Anda memiliki enam peluang dan hanya mencetak dua gol, tetapi di kesempatan lain Anda hanya memiliki dua peluang dan mampu mencetak dua gol. Yang terpenting adalah efisiensi," ujarnya.
Laga melawan Maroko juga berpotensi menjadi pertandingan ke-25 Deschamps sebagai pelatih di ajang Piala Dunia. Jumlah tersebut menyamai rekor milik Helmut Schon yang memimpin timnya dalam 25 pertandingan Piala Dunia pada periode 1966 hingga 1978.
Deschamps bahkan sudah mengoleksi 19 kemenangan di Piala Dunia bersama Prancis, jumlah terbanyak yang pernah diraih seorang pelatih dalam sejarah kompetisi tersebut.
Pelatih yang akan meninggalkan kursi pelatih Prancis setelah Piala Dunia 2026 berakhir itu juga menepis anggapan laga melawan Maroko bisa menjadi pertandingan terakhirnya bersama Les Bleus.