“Misalnya, kami pernah harus terbang lebih dari 12 jam untuk sampai ke Myanmar. Sebagai pelatih, saya merasa lelah, lalu seberapa lelahkah para pemain?” ucapnya,
“Saya tetap berpendapat bahwa babak penyisihan grup harus fokus, sedangkan babak berikutnya harus dimainkan kandang dan tandang. Pergerakan seperti ini tidak masuk akal dan harus diubah,” tuturnya.
Piala AFF menghapus format satu tuan rumah mulai edisi 2018. Alhasil, setiap tim bakal melakoni laga kandang-tandang sejak fase grup setiap tiga hari sekali seperti yang terjadi pada edisi tahun ini.
Padahal sebelumnya, Piala AFF dihelat di satu atau dua negara sebagai tuan rumah di fase grup. Barulah pada babak semifinal dan final, tim yang bertanding memainkan laga kandang dan tandang.
Dengan kekalahan itu, Timnas Indonesia lengser ke peringkat kedua klasemen Grup B dengan empat poin. Sementara Vietnam naik ke puncak dengan keunggulan dua angka dari Tim Garuda, dan mereka baru bertanding dua kali.