Federasi Spanyol menggelar rapat kabinet krisis untuk menyusun langkah dukungan bagi para profesional sepak bola yang bekerja dan tinggal di negara-negara Timur Tengah terdampak konflik.
"Banyak profesional sepak bola Spanyol bekerja di Iran dan, secara khusus, di negara-negara Semenanjung Arab," lanjut pernyataan tersebut.
"Federasi menghubungi mereka secara langsung atau tidak langsung untuk mengetahui situasi mereka dan menawarkan apa yang mereka butuhkan."
Dengan dinamika konflik yang masih berlangsung, nasib Finalissima di Lusail kini bergantung pada perkembangan keamanan kawasan dalam waktu dekat.