“Kami mencoba mengambil inisiatif, tetapi terlalu lambat dan mudah dibaca di babak pertama. Kami tidak pernah benar-benar bisa melewati pemain mereka,” ujarnya kepada DAZN Italia.
Dia menilai kondisi tersebut membuat Milan selalu berada dalam posisi siap bertahan. Juventus kesulitan menembus rapatnya lini belakang tuan rumah.
Spalletti juga menyoroti bahaya Milan yang kerap muncul tiba-tiba. Dia mengingatkan timnya tidak boleh merasa nyaman saat menguasai pertandingan.
“Anda harus waspada menghadapi Milan, karena saat merasa mengendalikan permainan, mereka bisa tiba-tiba menyerang dengan tiga atau empat pemain,” tuturnya.
Spalletti turut membahas peran Jonathan David yang bekerja keras di lini depan. Dia menilai pemain tersebut punya kualitas teknik, tetapi kesulitan saat mendapat tekanan fisik.