Bruno Ecuele Manga, mantan pemain Cardiff City, bahkan tidak dimainkan dalam laga terakhir tersebut. Pelatih kepala Thierry Mayouma memilih mencadangkannya, sebelum akhirnya sang pelatih juga dicopot dari jabatannya.
Sementara itu, Aubameyang sudah lebih dulu kembali ke klubnya, Marseille, karena mengalami cedera paha jelang pertandingan.
Meski absen di laga terakhir, Aubameyang sempat tampil di dua pertandingan awal. Ia mencetak gol saat Gabon kalah 3-2 dari Mozambik dan masuk sebagai pemain pengganti dalam kekalahan 1-0 melawan Kamerun.
Sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Gabon, pencoretan Aubameyang terasa sangat dramatis. Pada usia 36 tahun, besar kemungkinan laga-laga tersebut menjadi penampilan terakhirnya bersama Panthers. Hal serupa juga berlaku bagi Ecuele Manga yang kini berusia 37 tahun.
Sebelum tampil di AFCON, Gabon juga datang dengan modal buruk. Mereka gagal lolos langsung ke Piala Dunia dan harus tersingkir oleh Nigeria di semifinal play-off, setelah sebelumnya nyaris mengamankan tiket otomatis hanya dengan selisih satu poin.
Pembubaran tim nasional oleh pemerintah memang pernah menjadi praktik umum di sejumlah negara Afrika. Namun, FIFA dalam beberapa tahun terakhir secara tegas menentang campur tangan politik dalam sepak bola.
Sebagai contoh, FIFA pernah menjatuhkan sanksi kepada Asosiasi Sepak Bola Mali pada Maret 2017. Saat itu, menteri olahraga Mali, Housseïni Amion Guindo, membubarkan komite eksekutif federasi, yang berujung pada pencopotan presiden asosiasi, Boubacar Baba Diarra.
Kini, langkah ekstrem pemerintah Gabon berpotensi kembali memicu sorotan FIFA, sekaligus menandai akhir era Pierre-Emerick Aubameyang di level internasional dengan cara yang sangat kontroversial.