"Dia akan mengkomunikasikan aturan-aturan di awal setiap musim, dan jika Anda melanggar aturan tersebut, Anda akan dihukum. Sesederhana itu. Jadi Anda akan tahu persis posisi Anda," ucapnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Manchester United kerap diterpa isu keretakan ruang ganti yang berujung pada bocornya informasi internal dan munculnya pemberitaan negatif. Bahkan belakangan, sejumlah pemain seperti Marcus Rashford, Alejandro Garnacho, dan Kobbie Mainoo disebut berselisih secara terbuka dengan pelatih saat ini, Ruben Amorim.
Situasi semakin panas ketika saudara Kobbie Mainoo tertangkap kamera mengenakan kaus bertuliskan “Bebaskan Kobbie Mainoo” saat United bermain imbang 4-4 melawan Bournemouth pekan lalu.
Namun Ryan Giggs meragukan bahwa drama publik semacam ini akan pernah terjadi di era Sir Alex Ferguson. Menurutnya, sikap tegas dan konsekuensi keras dari sang manajer akan membuat pemain berpikir dua kali.
"Apakah para pemain yang bermain di bawah kepemimpinannya saat itu akan mencoba beberapa hal yang dicoba saat ini, saya tidak yakin, karena Anda tahu konsekuensinya," ujarnya.
"Anda tahu bahwa dia memiliki kekuasaan untuk menyingkirkan pemain. Jadi, saya akan berhati-hati jika saya seorang pemain di media sosial di bawah Sir Alex. Itu akan sangat jelas. Jika Anda mengatakan sesuatu tentang dia atau rekan satu tim atau klub, Anda akan dihukum."
Kisah ini kembali menegaskan bahwa di balik kejayaan Manchester United era Sir Alex Ferguson, terdapat disiplin ketat dan kontrol penuh yang membuat ruang ganti tetap solid—tanpa celah bagi kebocoran apa pun.