Rumor yang beredar menyebutkan Inzaghi tengah mempertimbangkan tawaran Al-Hilal dengan gaji fantastis 30 juta (Rp553,5 miliar) per musim.
Saat konferensi pers pascapertandingan di Munich, Inzaghi memberikan jawaban yang mengisyaratkan ketidakpastian.
“Saya tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan itu. Saya datang ke sini untuk berbicara sebagai tanda rasa hormat dan kesopanan setelah kekalahan yang sangat menyakitkan ini,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah ia akan memimpin Inter di Piala Dunia Antarklub, Inzaghi menghindar memberikan jawaban pasti. Ia menegaskan bahwa tim akan bangkit lebih kuat, mengingat pengalaman mereka sebelumnya yang pernah memenangkan Scudetto setelah menghadapi kekecewaan besar.
“Terlalu banyak kekecewaan saat ini untuk membicarakan masa depan, kami telah menjalani 58 pertandingan untuk sampai di sini sejak 13 Juli dan membicarakan masa depan sekarang rasanya tidak tepat,” tuturnya.
Pakar transfer Sky Sport Italia, Gianluca Di Marzio, juga mengonfirmasi bahwa Al-Hilal sangat yakin bisa mendapatkan Inzaghi, meski langkah selanjutnya masih harus dipantau.
Jika Inzaghi benar-benar meninggalkan Inter untuk bergabung dengan Al-Hilal, ini akan menjadi pukulan besar bagi klub yang sedang berusaha bangkit di kancah Eropa. Di sisi lain, langkah ini menunjukkan daya tarik finansial yang semakin besar dari liga-liga di Timur Tengah, yang kini mampu menarik pelatih dan pemain top dunia.