FIFA pun memantau situasi secara intens. Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan kepada media: "Kami mengikuti perkembangan sama seperti yang Anda baca. Fokus kami tetap pada Piala Dunia yang aman dan semua tim dapat berpartisipasi. Kami akan terus berkomunikasi dengan ketiga negara tuan rumah."
Masa depan Iran masih bisa berubah. Jurnalis sepak bola Philippe Auclair mengatakan kepada talkSPORT, perubahan rezim di Iran bisa memungkinkan tim tetap tampil. Ia menambahkan bahwa tim nasional Iran sering dianggap sebagai representasi rakyat, bukan pemerintah.
Banyak pemain aktif memprotes kebijakan represif rezim sejak 1979, termasuk protes besar yang menewaskan beberapa pemain pada 8-9 Januari tahun ini.
"Pada akhirnya, yang bisa kita pegang adalah pernyataan Meditash, presiden lama Federasi Sepak Bola Iran, bahwa keputusan ada di pihak otoritas," kata Auclair.
"Namun kita tidak tahu siapa yang akan memimpin dalam empat bulan mendatang."
Dengan Piala Dunia 2026 tinggal empat bulan lagi, countdown 100 hari akan dimulai pada 3 Maret. Situasi ini membuat dunia sepak bola menunggu keputusan Iran dengan cemas, sementara potensi pergantian tim di turnamen semakin nyata.