“Tapi, 7.30 ada pemain yang belum muncul. Maka kami akan berangkat tanpa mereka. Saya selalu berangkat tepat waktu karena tempat latihan tidak terlalu jauh. Setelah sekitar 20 menit (dari waktu yang ditenukan) mereka datang dengan tergesa-gesa. Kira-kira apa yang akan saya lakukan?,” sambungnya.
“Ada sekitar 10-12 pemain yang akhirnya pulang ke rumah, dan batal terbang ke Eropa,” tambah Shin Tae-yong.
Menurut Shin Tae-yong, momen ini kemudian menjadi perbincangan di kalangan pemain Timnas Indonesia. Pelatih kelahiran Yeongdeok itu pun menilai, metode ketegasannya ampuh untuk menjadikan para pemain disiplin.
Dia tak segan mencoret pemain yang tak disiplin meskipun itu adalah penggawa andalan Skuad Garuda.
“Akhirnya berita ini menyebar dari mulut ke mulut, dan tidak ada lagi pemain yang melakukan itu. Awalnya, banyak sekali kejadian seperti itu,” ujarnya