Kondisi Ulsan musim ini memang jauh dari kata ideal. Dengan raihan 8 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 8 kekalahan, Ulsan hanya mengumpulkan 31 poin dan terdampar di posisi ke-7 klasemen sementara dari 12 tim. Mereka bahkan hanya unggul 4 poin dari FC Anyang yang berada di zona degradasi dengan 27 poin.
Situasi ini memaksa manajemen klub mengambil langkah radikal. Setelah berpisah dengan Kim Pan-gon, yang sebelumnya menggantikan Hong Myung-bo musim lalu, Ulsan kini serius mempertimbangkan Shin Tae-yong untuk mengembalikan kejayaan klub. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal klub tidak ingin menunggu hingga akhir musim untuk melakukan perubahan besar.
Meskipun begitu, pihak Ulsan masih berhati-hati dalam memberikan pernyataan resmi.
“Belum ada yang diputuskan, jadi kami bersikap hati-hati,” kata seorang pejabat klub saat dihubungi Sports Naver.
Kembalinya Shin Tae-yong ke K-League akan menjadi sorotan utama publik sepak bola Asia. Pengalamannya yang luas, kepemimpinan yang terbukti, dan keberhasilannya membangun tim dari nol menjadikan dirinya kandidat ideal untuk mengangkat performa Ulsan dari keterpurukan. Apalagi, fans sepak bola Korea sudah tak asing dengan gaya bermain Shin yang agresif namun terorganisir.
Jika resmi ditunjuk, ini bukan hanya soal menyelamatkan Ulsan dari degradasi, tapi juga tentang menghidupkan kembali semangat juara di tengah musim yang penuh tekanan. Dalam sepak bola modern, perubahan pelatih bukan sekadar solusi jangka pendek, tetapi investasi strategi jangka panjang, dan Ulsan tampaknya bersiap untuk mengambil risiko itu bersama Shin Tae-yong.