Pernyataan itu menegaskan arah pembangunan Persija yang mengutamakan kerja keras dan disiplin kolektif dibandingkan ego individual pemain.
Shin Tae-yong menjelaskan, bentuk nyata dari pengorbanan di lapangan terlihat dari kesediaan pemain untuk tetap bekerja keras dalam semua situasi pertandingan.
Dia mencontohkan pemain depan yang tetap turun membantu pertahanan ketika kehilangan bola sebagai gambaran komitmen terhadap tim.
“Maksud dari mau berkorban untuk tim adalah meskipun dia berada di posisi paling depan (striker), ketika dia kehilangan bola, dia mau turun sampai ke area penalti kami sendiri untuk melakukan tekel, merebut bola, dan membawanya lagi,” ucapnya.
Menurutnya, tindakan seperti itu mungkin tidak terjadi terus-menerus dalam satu pertandingan, tetapi momen-momen kecil tersebut memiliki dampak besar terhadap kekompakan tim.