Perihal nasib Shin Tae-yong, Erick mengatakan akan menunggu hasil pertandingan kontra Arab Saudi. Dia menegaskan, semua pihak akan tetap dievaluasi setelah pertandingan itu.
"Semua, tadi kita mau evaluasi besar-besar," kata Erick di Stadion Madya, Jakarta pada Minggu (17/11/2024).
Erick menjelaskan alasan mengapa evaluasi untuk Timnas Indonesia baru digencarkan setelah kekalahan dari Jepang. Mantan presiden Inter Milan itu mengatakan tim besar seperti Jepang harus menjadi refleksi bagi Indonesia.
"Ya gini, Jepang tim terkuat justru kita mesti evaluasi ketika kita saat (bertemu) tim terkuat, di mana posisi kita menundukkan diri kita. Kalau kita mau ke depan continue ranking 9 terbaik Asia, ya itu kan bisa lihat ranking ada Jepang, ada Iran. Kalau saya melihat Indonesia pantas di top 9 Asia," jelas Erick.
"Tapi ini dengan jangka waktu yang cukup gitu. Artinya kalau kita ranking 9 ya kita harus mengukur juga kekuatan-kekuatan. Ya tadi, kualitas pemain kita ini sama pelatih Jepang juga sudah dipuji kualitasnya sudah standar, ini ada pemain yang main di Liga Champions, ada pemain yang Liga 1," sambungnya.