“Pembinaan usia dini seharusnya melahirkan striker yang baik, tetapi sampai saat ini hal itu tidak terjadi, jadi strategi yang saya inginkan itu memang tanpa penyerang utama,” kata Shin Tae-yong dikutip podcast dalam Youtube Sport 77 Official, Rabu (20/7/2022).
Shin Tae-yong mengatakan menyukai pemain depan yang aktif bergerak di area pertahanan lawan. Pelatih berusia 52 tahun itu meyakini bahwa kemungkinan menang akan semakin besar jika pemain depannya aktif bergerak.
“Saya ingin pemain depan harus bisa melakukan pergerakan dan lari dari pada pemain-pemain lawan, ini baru bisa meningkatkan kemungkinan tim bisa menang,” kata Shin Tae-yong.
Gaya main seperti itu umum dilakukan pelatih-pelatih top eropa seperti Guardiola dan Erik Ten Hag. Terbaru, Ten Hag juga menekankan pemainnya lebih sering bergerak di area pertahanan lawan.
“Seringkali Anda melihat pemain-pemain ofensif, namun kehilangan peluang, itulah yang mereka pikirkan dalam menyerang, yakni energinya,” kata Ten Hag dikutip laman resmi klub, Rabu (20/7/2022).
“Tetapi mereka menyumpan energi di pertahanan, dan mereka mendapat imbalan dengan mencetak gol, karena mereka mendapatkan bola di area depan lapangan,” imbuh Ten Hag.