“Saya datang duluan bersama pemain U-19, lalu latihan setelah karantina, di Indonesia, saya adalah pelatih dari segala usia, saya menemukan banyak pemain muda, dan memotivasi tim agar lebih kuat,” kata Shin Tae-yong dilansir Chosun, Sabtu (16/4/2022).
“Lalu, saya juga tidak bisa memenuhi kalender FIFA (Matchday), melatih dan mengajar para pemain sebenarnya tidak sulit, tetapi saya butuh sedikit istirahat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Shin Tae-yong mengatakan bahwa menangani Timnas Indonesia merupakan tantangan terberat sepanjang hidupnya. Mengejutkannya, dirinya pun mulai khawatir pekerjaannya di Timnas Indonesia berujung kegagalan.
“Saya mulai melatih pada tahun 2009, saya mempelajari banyak hal dalam saktu singkat, saya sudah pernah tampil di turnamen besar seperti Olimpiade Rio, Piala Dunia U-20 dan Piala Dunia Rusia, tetapi Timnas Indonesia merupakan pekerjaan terberat,” keluhnya.
“Saya khawatir apakah saya dapat melakukannya dengan baik di lingkungan baru dengan hal-hal yang telah saya kumpulkan selama bertahun-tahun, saya telah bekerja keras bersama para pemain,” imbuhnya.