Setelah gol itu, Malut United terpantau bermain agresif untuk menyamakan kedudukan. Gelombang serangan Laskar Kie Raha -julukan Malut United- dipimpin oleh Alwi Slamat dan Hari Nur Yulianto.
Keduanya bahu-membahu membongkar pertahanan tebal Semen Padang. Sayangnya, tidak ada gol tambahan tercipta untuk kedua tim hingga wasit meniup peluit panjang tanda babak pertama selesai.
Berlanjut pada babak kedua, Malut United langsung tancap gas menyerang pertahanan Semen Padang. Mereka bermain cepat serta melepaskan banyak tembakan spekulatif untuk mengejar ketertinggalan.
Namun, upaya itu masih belum membuahkan hasil. Sementara, Semen Padang terpantau bermain lebih santai di awal-awal babak kedua. Memasuki pertengahan paruh kedua, Kabau Sirah baru bermain agresif.
Para pemain sayap Semen Padang berulang kali berhasil menembus pertahanan Malut United. Namun, mereka justru kesulitan saat ingin melakukan penyelesaian akhir. Bola kerap menyamping atau ditepis kiper Aldhila Ray Redondo.