“Kami sudah punya list panjang sekali, banyak sekali berkaitan dengan komitmen dan lain-lain sebagainya banyak sekali saya tidak akan sampaikan detailnya,” tukasnya.
Meski tidak membongkar isi satu per satu, pernyataan tersebut menandakan bahwa PSSI tidak hanya menilai rekam jejak teknis atau prestasi di lapangan. Federasi juga ingin menguji komitmen kerja sama jangka menengah dan panjang, hubungan dengan federasi, serta kesiapan pelatih untuk berproses bersama struktur yang sudah ada, termasuk potensi sinergi dengan pelatih lokal.
Langkah seleksi ketat dengan segudang pertanyaan ini menjadi sinyal kuat bahwa PSSI sangat berhati-hati dalam menentukan pelatih Timnas Indonesia berikutnya. Dengan proses yang terukur, federasi berharap keputusan akhir nanti benar-benar tepat sasaran dan mampu mengangkat performa Timnas Indonesia di berbagai ajang internasional.