RIP Sepak Bola Eropa, Ini Alasan European Super League Dibenci Banyak Pihak

Reynaldi Hermawan
European Super League menjadi perbincangan hangat pecinta si kulit bundar seluruh dunia. Kompetisi tersebut dikecam banyak pihak lantaran 'membunuh' sepak bola. (Foto: Give Me Sport)

MANCHESTER, iNews.id - European Super League menjadi perbincangan hangat pecinta si kulit bundar seluruh dunia. Kompetisi tersebut dikecam banyak pihak lantaran bakal 'membunuh' sepak bola Eropa.

European Super League merupakan kompetisi yang digagas 12 tim elite Eropa. Tim yang dimaksud Manchester City, Manchester United (MU), Chelsea, Liverpool, Tottenham Hotspur, Arsenal, Juventus, Inter Milan, AC milan, Real madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid.

Rencananya European Super League berformat liga dan diikuti 20 tim. Sementara delapan klub lainnya masih dalam proses pencarian. Kompetisi dimulai pada 2023/2024 mendatang.

Secara logika sebuah liga yang berisikan tim-tim besar tentu menarik untuk disaksikan. Namun nyatanya European Super League justru mendapat kecaman.

Premier League, Serie A, La Liga, UEFA dan FIFA mengecam kompetisi tersebut. Legendaris sepak bola juga tak sudi melihat European Super League digelar, salah satunya mantan kapten MU Gary Neville.

Editor : Reynaldi Hermawan
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Barcelona Sodorkan Rp2 Triliun demi Julian Alvarez, Atletico Madrid Mau Lepas?

57 tahun lalu

Lamine Yamal Sambut Julian Alvarez ke Barcelona, Pintu Camp Nou Terbuka Lebar!

57 tahun lalu

Resmi! Real Madrid Lepas Nico Paz ke Como, Klausul Buy Back Rp1,63 Triliun Disiapkan

57 tahun lalu

Inter Milan Realistis, Transfer Bintang Liverpool dan Real Madrid Sulit Terwujud

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal