“Kenapa kami tidak bisa terhubung saat menjadi rekan setim di Inggris waktu itu? Saya pikir semua itu karena budaya di Timnas Inggris. Kami tidak pernah benar-benar terhubung. Kami terlalu sering berada di kamar masing-masing. Kami bukan sebuah tim,” tuturnya.
Pada era tersebut, Timnas Inggris ditangani sejumlah pelatih top seperti Sven-Goran Eriksson, Steve McClaren, Fabio Capello, hingga Roy Hodgson. Namun semuanya gagal mempersembahkan gelar.
Situasi mulai berubah saat Gareth Southgate ditunjuk pada 2016. Meski belum membawa trofi, Southgate fokus membangun budaya tim yang lebih solid. Pendekatan itu kini diteruskan Thomas Tuchel bersama skuad Inggris saat ini.
Ferdinand menilai Inggris tetap memiliki peluang besar di turnamen mendatang jika para pemain kunci tampil maksimal. Dia menyebut Harry Kane, Declan Rice, Jude Bellingham, dan Bukayo Saka menjadi penentu kekuatan tim.
“Jika kami ingin memenangkan Piala Dunia, Harry Kane harus bermain bagus. Declan Rice menyatukan tim di dalam dan luar lapangan. Jude Bellingham memberi kami peluang karena dia pemain untuk momen besar. Bukayo Saka yang fit bisa memenangkan pertandingan untuk kami,” ujar Ferdinand.