Dia menambahkan, PSSI tidak segan melakukan intervensi seperti yang pernah dilakukan pada penggunaan VAR di Liga 1 dan Liga 2 maupun perbaikan kinerja wasit.
“Ya kalau saya udah keras saya keras seperti PSSI mengintervensi Liga ketika VAR Liga 1 Liga 2 berhasil kita juga intervensi perwasitan dan terbukti perwasitan membaik ya tetapi kalau operasionalnya Liga harus bertanggung jawab gitu,” pungkas Erick.
Pernyataan Erick ini menegaskan pentingnya tanggung jawab bersama antara operator, klub, dan suporter. Tanpa langkah nyata, kericuhan akan terus berulang dan menghambat perkembangan sepak bola Indonesia yang tengah berusaha meraih kepercayaan publik dan dunia internasional.