Fakta yang beredar menunjukkan laporan dugaan pelanggaran naturalisasi pemain Malaysia berasal dari federasi sepak bola Vietnam. Namun narasi yang berkembang justru menyeret nama Erick.
Dia menilai polemik semacam ini tidak perlu diperbesar. Erick menegaskan mengurusi aduan terhadap federasi negara lain bukan level tanggung jawabnya.
Menurut dia, persaingan olahraga di Asia Tenggara harus dibangun secara sehat. Setiap negara perlu fokus meningkatkan kualitas masing-masing agar mampu bersaing di level Asia bahkan global.
Erick juga menekankan peningkatan kualitas sepak bola nasional menjadi prioritas. Tanpa pembenahan dan penguatan sistem, negara Asia akan terus tertinggal dari Eropa maupun Afrika.
Dia berharap komunikasi dan kompetisi di kawasan tetap berjalan positif. Indonesia memilih memperkuat fondasi olahraga sendiri dibanding terlibat dalam polemik lintas negara.
Respons tegas namun tenang yang dia sampaikan memperjelas posisi Indonesia. Erick memastikan komitmennya menjaga sportivitas dan mendorong kemajuan olahraga Asia Tenggara tanpa intervensi terhadap federasi lain.