Meski Persib gagal mencetak gol dalam pertandingan itu, fokus utama tertuju pada ketangguhan Teja. Gawang Maung Bandung tetap steril hingga peluit akhir, memastikan rekor anyar tercipta.
Apresiasi pun diberikan secara khusus oleh tim. Menjelang kick-off, Teja menerima penghargaan simbolis dari pelatih kiper Persib, Mario Jozic, sebagai pengakuan atas konsistensi luar biasa sepanjang musim.
Kontribusi Teja turut memastikan Persib mengunci gelar juara Super League 2025/26. Tim asuhan Bojan Hodak mengoleksi 79 poin, setara dengan Borneo FC, namun unggul selisih gol.
Hattrick juara Persib musim ini pun terasa komplet. Gelar tim berpadu dengan prestasi individu, menegaskan dominasi Maung Bandung tidak hanya di papan klasemen, tetapi juga dalam catatan sejarah kompetisi nasional.