MADRID, iNews.id – Real Madrid menyampaikan permintaan maaf kepada penggemar China. Situasi ini terjadi setelah pemain mereka Dean Huijsen membagikan meme rasial di media sosial sepanjang akhir pekan.
Pemain berusia 20 tahun itu membagikan ulang gambar seorang pria China dengan caption “Even the Chinese call him Chinese” dan “You could blindfold him with dental floss,” yang memicu kemarahan komunitas China dan Asia secara luas di dunia maya.
Pada Senin, Real Madrid merilis pernyataan permintaan maaf atas nama Huijsen melalui akun resmi mereka di Weibo, platform media sosial terbesar di China, seperti dilaporkan Diario AS.
“Dengan tulus saya meminta maaf kepada teman-teman saya di China. Saya sebelumnya meneruskan konten yang menyertakan pesan menyinggung secara tidak sengaja. Itu sepenuhnya tidak disengaja, dan saya menyesal atas segala ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” tulis Real Madrid mewakili Huijsen.
Hingga saat ini, Real Madrid belum merilis permintaan maaf serupa di media sosial lain, dan Huijsen sendiri belum menanggapi kontroversi ini di akun pribadinya.
Insiden ini menjadi pukulan kedua bagi citra Real Madrid di China dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, seorang penggemar berpura-pura menjadi fans China, memicu reaksi keras, dan klub kemudian dikecam oleh kedutaan China serta harus menyampaikan permintaan maaf resmi.