Momen paling krusial terjadi saat Eric García menerima kartu merah usai pelanggaran terhadap Alexander Sørloth. Keputusan ini langsung memicu reaksi keras dari kubu Barcelona.
"Itu adalah perampokan total," ucapnya tegas.
"Wasit memiliki banyak masalah. Ada keputusan yang sangat aneh. Saya tidak tahu berapa banyak pelanggaran Atletico Madrid yang terjadi tanpa mendapatkan kartu," tuturnya.
Barcelona juga sempat menuntut penalti setelah Dani Olmo dilanggar di babak pertama. Insiden tersebut semakin memperkuat kontroversi dalam pertandingan ini.
Raphinha menilai masalah tidak hanya terjadi pada satu momen. Dia melihat ada serangkaian keputusan yang merugikan timnya sepanjang laga.
"Manusia bisa membuat kesalahan, tetapi jika itu terjadi lagi..." lanjutnya. "Kami memainkan pertandingan yang hebat, tetapi hasil itu diambil dari kami. Terlihat kami harus bekerja tiga kali lebih keras untuk menang."
Kekecewaan Barcelona bukan hal baru. Sebelumnya, klub juga sempat memprotes keputusan wasit di laga Liga Champions lain, meski tidak mendapat tanggapan dari UEFA.
Hasil ini menambah tekanan terhadap Barcelona sekaligus memunculkan sorotan besar terhadap kualitas kepemimpinan wasit di Liga Champions musim 2026.