"Selalu ada kesempatan baru untuk belajar. Ada bagian dari permainan yang dapat Anda analisis. Saya melihat bagaimana tim kebobolan. Bagaimana tim gagal mencegah gawangnya kebobolan," kata Dias dikutip dari The Sun.
"Saya tidak belajar hanya dari satu, dua atau tiga pemain. Saya belajar dari 10, 20 atau 30. Saya belajar dari semua yang saya lihat," ujarnya.
Semangat belajarnya yang tinggi merupakan didikan dari sang ayah. Hal itu yang Dias terapkan sampai sekarang.
"Sejak usia muda, saya dibantu oleh ayah," tuturnya.
"Saya terbiasa mempelajari sesuatu dalam segala hal yang saya lihat dan tidak hanya melihat permainan sebagai pertunjukan tetapi sebagai bahan pelajaran," ucapnya.
Kini kerja keras dan kemauan belajar Dias sudah membuahkan hasil manis. City hanya kebobolan 17 kali jika dirinya bermain.
Dia pula yang berjasa membawa The Citizens juara Liga Inggris musim ini. Bukan hanya itu, City juga berada di final Liga Champions.