“Ya, ya (mereka melakukan dengan baik) tapi sekarang ada Arab Saudi, Irak dan sebagainya. Hal itu (Lolos Piala Dunia) masih terlalu sulit untuk negara seperti itu,” tutur Radja dikutip dari kanal YouTube Junior Vertongen.
Menurut Radja, perbedaan kualitas dan pengalaman menjadi faktor utama yang membuat Indonesia sulit bersaing dengan negara-negara kuat di kawasan Asia Barat.
Meski realistis dengan kondisi saat ini, Radja Nainggolan tetap percaya bahwa masa depan Timnas Indonesia cerah. Ia menilai regenerasi pemain di bawah asuhan Shin Tae-yong sudah berjalan ke arah yang positif.
“Tetapi jika melihat Indonesia sekarang, masih banyak pemain-pemain muda yang bermain. (Ivar) Jenner, dia masih bermain di tim cadangan FC Utrecht belum bermain di pertandingan ofisial (senior),” kata Radja.
Ia juga menyoroti kiprah Nathan Tjoe A-On, yang meski belum lama berkarier di level profesional, sudah menunjukkan perkembangan pesat bersama Timnas Indonesia.
“(Nathan) Tjoe-A-On, pemain muda lainnya hanya beberapa pertandingan di level profesional, tetapi sudah punya 20 pertandingan bersama timnas,” tukasnya.
Pujian ini menunjukkan betapa Nainggolan memperhatikan perkembangan talenta muda diaspora Indonesia yang kini mulai memperkuat skuad Merah Putih di berbagai level.